Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Penasaran gamana cara buat Angel Eyes pada lamu kita

http://2.bp.blogspot.com/_FFL2OIFOFZ8/SbMKoA70ZmI/AAAAAAAAJLY/LdULx9n6KBw/s400/08.jpg

Masih ingat waktu saya bikin AngelEyes dengan menggunakan Acrylic Rod dan UltraBright Led warna putih?Ada permasalahan yang ditemukan pada ekperimen #1 tersebut. Masalahnya adalah, UltraBright LED yang masuk ke Indonesia umumnya bermutu jelek dan intensitas cahayanya juga tidak sama untuk tiap LED nya.


Selain itu, UltraBright LED Membutuhkan masukan tegangan yang stabil di 4volt, kurang dari itu sinarnya tidak akan optimal, lebih dari itu akan cepat putus.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhexrtxiVoPxQVgFiimuiqz1eQJ-ykZcdy8KCj9a20lRo_mZ-la_4800VUI_LjB8ZJ3cUJpZkh640xTdTF7KYcBTsnanYZzDoNXQtS8NTs5EkK67MuVFNrSOgLuVMoco6tJ3zmfbcjpus/s320/TY029.jpg

Gak heran kalo kita lihat produk-produk modifikasi bermerek ESDEPO buatan Taiwan yang menggunakan AngelEyes / Ring Light untuk mobil2 seperti Lancer Evolution, Honda, BMW E36, E34, dsb. Pada umumnya ditemukan LED ada yang mati/putus. Hal itu dikarenakan rangkaian LED tersebut hanya menggunakan Resistor sebagai pembatas arusnya.. padahal UltraBright LED membutuhkan LED DRIVER yang mensupply arus rata dan tepat bagi LED tersebut sehingga sinar yang keluar optimal dan tahan lama.
So.. lupakan Angel Eyes yang menggunakan LED deh … heheh.

Suatu ketika asik2 browsing dan googling..

Saya tertarik dengan produk NeonWire atau Glowire

Setelah berhasil memperoleh produk tersebut… saya mendapatkan seperti ini

http://1.bp.blogspot.com/_FFL2OIFOFZ8/SbMKn9s03SI/AAAAAAAAJLQ/Lqz4OMjjtgA/s400/07.jpg


jika disupply tegangan 12volt DC maka NeonWire tersebut akan menyala seperti ini..

Seru khan??..

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjGMTe1N4PAB7Wxf6TPmTnu6lx7SDrmRnxp4fo_xLs8NoOyy9JT7pu22vMgU5eR0XrX1V4O1iaBlRIjI1zTQBBDqERneExrXqR8no70U-kcec2RtYhJxElNneljTJueAgwD1x1L_mQhK3i/s1600/IMG_1164_a.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpTBrpqt67ZAa8NCJXbh6oBR5H8ggGrPAVmha4YeB-9BdA0wi133Uyu0PYUnKx1Anrg0NUrjKSB8nzYb43ZRIaXXvv1JqtfPJPLdb52c8KpZ_qD8udIXi4Qbnw5GTF1Tyb4KOR7U75Vrdt/s1600/hilux+2.jpg

Kemudian saya coba cari tau seperti apa sih dan bagaimana cara kerja si NeonWire ini.
Perhatikan gambar dibawah ini.

Terlihat bahwa lapisan pink pada inti NeonWire akan menyala ketika terjadi induksi listrik antara Core tembaga tengah dengan Ground Wire yang mengapitnya.
Untuk induksi listrik itu dibutuhkan inverter yang merubah tegangan 12volt DC menjadi listrik AC bertegangan tinggi (sorry belum dapat data voltnya).

Menyambung NeonWire ke Inverter dengan kabel, memerlukan trick khusus.
Simak gambar di bawah

Jangan lupa bagian ujung NeonWire harus ditutup/sealed.
Bisa menggunakan GlueGun-Stick, sealer, dsb.

BIKIN ANGELEYES - Eksperimen #2

Nah… jadi gatel lagi deh untuk segera eksperimen bikin AngelEyes generasi-2.
Dikarenakan diameter NeonWire terlalu kecil (hanya 2mm) maka saya coba cari akal untuk membuatnya menjadi lebih tebal.
Jalan-jalan ke Lindeteves-Glodok akhirnya dapat selang Nylon yang berdiameter dalam 2.5mm dan diameter luar 4mm (2.5mm X 4mm).

Kemudian saya coba masukkan NeonWire ke selang Nylon tersebut…
Wah.. asik.. pas banget… tapi kok seret banget ya…
Kalo gitu aku lap pakai WD40 dulu biar licin.

Nah.. setelah masuk jadinya seperti ini deh.

Kemudian selang Nylon dipotong dengan panjang sesuai diameter lampu di mobil saya… Saya buat 4 unit.

Juga dengan NeonWire, disiapkan 4 unit.

PENYOLDERAN

Langkah selanjutnya menyiapkan perkabelan… ini yang agak males benernya.. hehe.
Supaya mudah instalasi dan bongkar pasangnya.. saya putuskan untuk menggunakan jack earphone stereo(male-connector) sebagai konektornya.
Namun karena saya ingat yang akan dipakai adalah tegangan tinggi, maka saya pakai hanya 2 bagian ujungnya saja, sehingga ground dari jack earphone tersebut tidak digunakan (biar ga kesetrum).

Jadinya seperti ini..

Selanjutnya konektor lainnya (female-connector) diparalel untuk masuk ke Inverter.
Selanjutnya mulai penyolderan kabel ke NeonWire..

Uhuy.. siap nih buat di test..

Wuih.. bagus khan?

INSTALASI

Segera sebelum hari menjelang gelap, saya pasang AngelEyes tersebut di lampu mobil.

Begitu mulai malam.. saya tak sabar mencoba..

Jreng Jreng Jreeeeng… Waw.. mantaf bo!

BERGUMAM..
Rasanya satu unit inverter terlalu lemah untuk mensupply 4 unit angeleyes.
Saya akan cari deh rangkaian inverter dengan output lebih besar supaya sinar NeonWire bisa keluar dengan optimal.

Semoga bermanfaat.

Cari tahu knapa Mo anda bergetar



gbr.1

gbr.2

Cari tahu knapa Mo anda bergetar

Pantat Yamaha Mio dan Nouvo goyang-goyang? Atau malah bergetar? Waspadai gejala ini dengan mencurigai ausnya komponen bushing karet yang menempel di mesin (gbr.1), atau laher yang sudah oblak di engine bracket (gbr.2). Tapi ingat keduanya punya gejala yang berbeda.

“Kalau yang rusak bushing karetnya akan terasa bergetar di kaki pengendara. Ini karena fungsi karet meredam getaran jadi tidak maksimal lagi. Biasanya hal ini terjadi kalau karetnya sobek atau bahkan getas,” buka Adi Sutisna mekanik X Speed Matic di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

“Sedang bila masalah datang dari laher di engine bracket oblak maka gejalanya bukan bergetar tapi goyang,” lanjutnya. Ini yang bikin limbung saat menikung. Gerakan naik turun mesin yang sekaligus jadi lengan ayun tidak lancar tapi ada yang mengganjal karena laher rusak.

Umumnya rusaknya dua komponen ini lebih disebabkan karena faktor usia. Tapi kualitas jalan yang sering dilalui juga menjadi penyebab memperpendek usia laher dan karet bushing. “Kalau terlalu sering lewat jalan hancur atau melalui jalan berlubang tentunya akan lebih cepat rusak,” ungkap Adi yang jago ngoprek CVT ini.

“Kalau sudah begini langsung diganti saja. Harga karet bushing dijual Rp 10 ribuan satunya, sedang satu buah laher dijual Rp 30 ribuan,” ungkap Aksa dari Bengkel Yamaha Mulia Motor di kawasan Permata Hijau, Jakarta Barat.

Cara bongkar pasangnya sebenarnya mudah bagi bengkel atau yang punya alat traker khusus. Tapi kalau belum berpengalaman serahkan saja ke bengkel terdekat. “Kalau kita biasanya langsung diketok pakai palu,” tutup Adi.

Apa Mio kamu boros...


spuyerMemiliki motor Mio kadang kita merasa boros. Baru kepake bentar aja bensin dah abis...

jika pengen mio anda ngirit, coba pake tips yang gatu ini...

pakai Spuyer Kaze

Seliter Premium Rp 6 ribu! Ah enggak masalah, karena banyak cara dilakukan untuk mengefisiensikan pemakaian bensin ini. Seperti dipraktikkan Ahmad, mekanik Hansen Motor (HM). Dia eksperimen di Yamaha Mio dengan pakai spuyer motor lain yang sama-sama pakai karbu vakum.


Maksudnya? “Ya, main jet punya Kawasaki Kaze, lalu pilot jet bawaan Honda Karisma,” papar pria biasa disapa Madun ini. Lo, apa istimewanya? “Ukuran spuyer itu lebih kecil dibanding punya Mio.” Wah, ini namanya nyekek, dong? Bukannya tak direkomendasi?

“Emang sih, pabrikan gak rekomendasi. Tapi ya, namanya akal-akalan, tetap aja banyak motormania yang menerapkan!” beber Madun. Oke.. oke... buat wacana, coba jelasin caranya gimana? “Pastinya, selain sediain spuyer tadi, juga karet slang!”


Nah, menurut Madun, karet slang buangan angin dipake biar bukaan jarum skep enggak terlalu gede. “Panjangnya cukup 1,5 cm!” sambar Madun sembari bilang, resepnya ini butuh biaya Rp 30 ribu buat beli repair kit karbu Kaze dan Karisma.


(kiri-kanan) Pilot Jet Kharisma, main jet Kaze dan potongan slang karet

Atau kalo mau irit, bisa juga hunting ke bengkel umum nyari limpahan spuyer yang tak terpakai. Cara pasangnya, pasti diawali membongkar cover bodi penutup karbu, lalu jok dan bagasi. Okelah, untuk tahap ini, Anda pasti sudah mahir melakukannya.

Setelah peranti pengabut terlihat, tinggal lepas selubung pengikat manifold, slang bensin dan pernafasan. Lalu copot mur pengunci di bawah karbu, tepatnya di tempat bersarangnya pelampung dan spuyer. Ganti spuyer Mio dengan Kaze.

Berikutnya tinggal lepas mur pengikat di tempat bercokolnya per berikut pangkal jarum skep. Selipkan potongan karet slang tadi di tengah per. “Kalo udah, tinggal pasang lagi karbu. Buktiin sendiri khasiatnya,” tantang Madun yang aseli Betawi ini. Bener, nih?

Bagaimana caranya agar lampu mika skutik kita awet

mikaTanya saja kakak, adik, ibu, bapak, kakek, nenek, maupun tetangga. Pasti jawabnya sama kalau ditanya apa sih penerang pada skutik? Lampu! Benar bin betul, sebab memang peranti itu satu-satunya andalan sebagai penerang ke jalan.

Peranti satu-satunya yang bukan sebuah itu berfungsi ganda, di depan, lampu utama menerangi permukan jalan, agar penunggang skutik bisa melihat kondisi di depan. Sedangkan di belakang sama seperti kendaraan lain, memberikan keterangan bagi pengguna jalan lain soal kondisi tunggangan yang kita naiki.


Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4
Mau belok, lampu sein akan menyala berwarna kuning. Sedangkan ketika hendak berhenti alias mengerem lampu berwarna merah akan menjadi terang. Nah, karena fungsiya sangat penting perlu terlihat jelas, begitu pun lampu utama, harus dan wajib memberikan penerangan sejelas-jelasnya, agar membantu penunggang melihat ke depan.

Pertama untuk lampu utama, andalan penerang jalan ini memang perlu bersih agar sinarnya tetap terang menembus mika lampunya. Karenanya mika lampunya tak boleh menjadi penghalang sinar terang. Umumnya mika lampu utama ini kerap kotor, karena terkena cipratan air dari jalan saat hujan.

Belum lagi, oksidasi dari knalpot kendaraan di depan dan kotoran-kotoran lain. Makanya agar tetap bening, perlu dibersihkan. “Bisa menggunakan kompon putih (gbr.1), untuk membersihkannya,” tukas Wira Sentosa, dari SACS di kawasan Pondok Gede, Jaktim.

Bersihkan dulu mika lampunya, agar terlihat bagian-bagian yang ada baret-baret halusnya (gbr.2). Kemudian, oleskan sedikit kompon putih tersebut, lalu gosok dengan gerakan memutar, menggunakan kain bersih (gbr.3). Tunggu hingga kering lalu gosokkan kembali hingga permukaan mikanya menjadi lebih halus dan terang.

Tak hanya lampu depan, mika belakang pun bisa dilakukan seperti cara tadi. Hanya tentunya bisa lebih mudah, karena bisa dilepas menggunakan obeng plus (gbr.4). Lepaskan mikanya lalu bersihkan dengan air sabun, bagian dalam dan luarnya.

Lantas, gosok menggunakan kompon putih hingga benar-benar bersih. Jika sudah terlalu parah sebenarnya makin baik kalau ganti baru saja. Mika belakang ini tentunya tak dijual mahal, kok.

Bagaimana Memilih Helm Dengan Benar

Syarat-syarat konstruksi utama HELM yang telah masuk dalam standard DOT

1) Outer shell atau Bagian Terluar.
Outer shell biasanya terbuat dari fiberglass, molded plactic atau polycarbonate composite yang berguna untuk melindungi penetrasi ke kepala dari benda keras dan mengurangi impact energy akibat benturan

2) Impact-Absorbing Liner/Padding atau Permukaan luar helm
Yang biasanya terbuat dari bahan impact-absoring polystyrene. Bagian ini yang berfungsi meredam atau mengurangi impact dari outer shell ke bagian kepala yang ditimbulkan pada saat benturan

3) Comfort Linner atau bagian dalam helm
Biasanya terbuat dari Soft Foam dan clotch layer yang akan bersentuhan langsung dengan bagian kepala.

4) Retention System atau Tali Pengikat
Tali pengikat ini akan menjaga Helm tetap menempel di kepala pada saat terjadinya benturan. Sehingga proteksi Helm dapat bekerja

Bagian helm lain yang juga cukup penting adalah visor/ kaca pelindung yang berfungsi untuk memberikan proteksi terhadap mata dari penetrasi debu, pasir, kerikil, serangga.

TIPE HELM
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguaIipc_BwK6RzZQwqbZ5TqK8lSTbdmOaEHemsO8QZdXCkgjd7q-tm930LdG596qaSkiQsp6li2rBzcJdymuutJgyVdL2v60GbZwaASvXnOkeP_exSHRCg5fjb9NnYyL4Ql1jtaDQXogc/s1600/k01vs8.gif

FULL FACE

Perlindungan yang diberikan Helm untuk jenis ini adalah seluruh bagian kepala, dari mulai permukaan wajah, seluruh bagian kepala belakang, dagu. Helm full face tidak memberikan proteksi optimal terhadap leher.

HALF FACE (3/4)


Perlindungan yang diberikan Helm untuk jenis ini adalah hampir sama dengan helm Full Face, namun untuk tidak memberikan proteksi maksimal untuk bagian wajah dan dagu.

Jika menggunakan helm jenis ini sebaiknya menggunakan Goggles atau kacamata jika helm tersebut tidak dilengkapi kaca pelindung.

TIPS MEMILIH HELM

1) Pilihlah helm yang telah berlabel stiker DOT, dimana maksudnya
adalah Helm tersebut telah memenuhi Safety Test Standard yang dilakukan
oleh suatu lembaga resmi untuk pengujian Helm.

2) Jangan menggunakan HELM "cetok" karena helm seperti ini tidak akan dapat melindungi kepala pada saat terjadi kecelakaan.

3) Pilihlah kaca pelindung helm yang dapat melindungi mata serta dapat memberikan keleluasaan dalam pandangan.

4) Pilihlah helm yang mempunyai kaca pelindung transparent (tidak berwarna hitam), karena sangat berbahaya bila digunakan pada saat malam hari.

5) Pilihlah helm yang sesuai dengan ukuran kepala dan nyaman dipakai.

6) Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur, karena helm tersebut tidak memiliki perlindungan yang optimal.

7) Masa waktu penggunaan HELM adalah 3 tahun sejak dikeluarkan oleh pabrik, untuk menghindari masa expires pada saat dikeluarkan oleh pabrik dan dipasarkan di toko gunakan helm selama 2 tahun.

Tips untuk memilih Ukuran Helm yang sesuai dengan Ukuran Kepala kita

Mengukur Helm tidak bisa asal-asalan, Asal masuk kepala, ukuran sudah dianggap pas, sesuai kepala pemakai, Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih helm :

1. Bagian dalam samping helm harus dirasakan menekan pipi, terasa agak kencang, tapi masih dalam batas kenyamanan pemakai.

2. Gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, helm harus tetap mengikuti.
Sedikit saja ada gerakan yang mengganggu, besar kemungkinan ukuran helm
belum sip atau kebesaran.

3. Pandangan kedepan usahakan tetap fokus saat helm dipakai. Tidak terganggu baik oleh bentuk helm, maupun tekanan yang ada dikepala. Tahan sekitar 30 detik. Kalau pelipis terasa sakit, maka helm itu kurang pas.

4. Dorong bagian helm ke atas, kalau sangat mudah lepas dan dapat dimiringkan melebihi 45 derajat, berarti helm terlalu longgar. Andai saja terpelanting saat dipakai, pasti pelindung kepala ini akan lepas.


SERTIFIKASI HELM.

A. Snell

Saat ini sertifikasi Snell dianggap sebagai tolok ukur kualitas helm. Snell memberikan standar tertinggi untuk pengujian helm.

Snell mengeluarkan sertifikasi untuk produk-produk helm (segala macem helm ; helm sepeda, helm gokart, dll) yang beredar di pasar US.
Sertifikasinya sangat spesifik untuk Merk tertentu, type tertentu, dan size tertentu. Beberapa merk dan type helm yang ada dalam certified product listnya Snell (yg mungkin ada di pasaran Indonesia aja) :

AGV : 00F3 ;
Arai : Astral-X, Astro-TR, Chaser, Classic-LE2, Classic/c, Condor, Corsair, GP-5X, Omni-J, Quantum-2, Rapide-Ov, Rapide-SR, RX-7 Corsair, RX-7RC, Signet-II, SZ-F, SZ-Ram 3, SZ/c, SZ/m, Tour-X, Vcross-3,
Viper-GT, VX-3, XD, XD-Motard.
Bell : Racestar 5, Moto 7R, Moto 7, Moto 8, Moto Jr, SC, SC-X, Sprint.

G-Force Racing Gear : Force One/Graphics, GF 650

HJC Corporation : AC-11, AC-11 Carbon, AC-11J, AC-11J Carbon, AC-11N, AC-12, AC-12 Carbon, AC-3, AC-X3, AC-X3 Carbon, CL-15, CL-31, CL-SP, CL-X5, CS-5, FG-12, Force Carbon, FXRG, HQ-1, Intake.

Shoei Co., Ltd.: J-Wing, PLATINUM-R (hanya untuk ukuran L), RF-1000, TZ-R, V-MOTO, VFX-DT, X-9, X-Eleven, XR-1000.

Helm-helm “lulusan” Snell akan diberi label / decal, tergantung kelas sertifikasinya. Ini conto untuk helm sepedamotor (standard 2005):


B. DOT (Department of Transportation) US

Sebenarnya DOT tidak mengeluarkan List of Approved Product. Namun NHTSA (National Highway Traffic Safety Association, salah satu bagian dari DOT) memiliki list hasil test standard FVMSS 218 (standar DOT untuk helm) untuk setiap Fiscal Year. Merk yang lolos test DOT berhak mencantumkan sticker kecil DOT pada produknya. US DOT sendiri mengakui banyak sticker DOT yang dipalsukan (itu di US, apalagi di Indonesia… ).

Untuk ngecek apa helm kita DOTnya beneran apa nggak, yang paling gampang adalah memeriksa Labeling nya. Helm lulusan DOT harus ada :

(1) Nama pabrik/identifikasinya.
(2) Model
(3) Size
(4) Tahun dan bulan pembuatan. Bisa dg format lengkap MMMM YYYY (missal June 1990), atau angka M/YY (misal 6/90 )
(5) Simbol / sticker/tulisan DOT. Simbol ini harus kelihatan di bagian luar helm, dg warna yang kontras dg background. Tinggi huruf minimal 1 cuma tertulis secara horizontal minimum 2.9 cm, dan maksimum 3.5 cm dari pinggir helm.
(6) Instruksi untuk pembeli, yang tulisannya (gua kutip aslinya) :

(A) "Shell and liner constructed of (identify type(s) of materials)"

(B) "Helmet can be seriously damaged by some common substances without damage being visible to the user. Apply only the following:
(Recommended cleaning agents, paints, adhesives, etc., as appropriate)"

(C) "Make no modifications. Fasten helmet securely. If helmet experiences a severe blow, return it to the manufacturer for inspection, or destroy it and replace it."

(D) Any additional relevant safety information should be supplied at the time of purchase by means of an attached tag, brochure, or other suitable means

Jadi, kalo helm nya cuman ditulisin DOT tanpa ada embel2 yang lain, mungkin maksudnya DOT bayi hehehe…

Kalo mau beli helm DOT musti bawa penggaris tuch, buat ngukur tulisannya.


C. E2205 atau ECE 22-05

European Standard. Semua helm yang dijual di Inggris harus lewat sertifikasi ini, atau standar yang lama BS 6658. Helm ECE 22-05 ditest oleh BSI (British Standard Institute). BSI 6658 dan ECE 22-05 termasuk standard tertinggi, dapat disamakan dengan Snell M-2000, dan dianggap lebih tinggi dari standard DOT maupun standar Eropa CE yang lebih tua
lainnya. Sticker ECE 22-05 biasanya ada di bagian belakang helm,
termasuk identitas batch number.

D. SNI (Standar Nasional Indonesia)

No comment.

Di daerah Kalimantan, Helm Standar = Helm Yang Ada Stickernya SNI

E. EN-3

Ada sebuah toko di Jakarta yang nawarin gua Helm yang katanya standard Eropa EN-3. Dia BOHONG, standar EN-3 adalah standar eropa untuk Fire Extinguisher (Pemadam Api).

Ada on-line store (di Indonesia) yang menjual helm merk INK, katanya sertified by Snell dan DOT, (dijual seharga Rp. 315.000,-). Itu juga bo'ong. Tidak ada merk INK dalam list yang dikeluarkan Snell (per 1
Maret 2006) (sorry buat yang fanatik INK).

Sekedar buat guidance aja, pake helm juga perlu merhatiin usia helmnya. Snell merekomendasikan umur helm 5 tahun udah musti ganti, alasannya materialnya mungkin udah berkurang kekuatannya. Kayanya itu juga yang membuat DOT minta date of manufacturenya dicantumin, jadi ketauan kapan bikinnya. Jadi, hati-hati juga kalo beli helm diskon model lama, mungkin dia udah gak sekuat helm yang baru dibikin.

Hindari maling sekarang juga

alarmBanyaknya jumlah kasus curanmor di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menuntut kinerja pak polisi agar lebih meningkatkan keamanan bagi masyarakat. Itu saja tidak cukup kalo tidak dibantu oleh masyarakat luas dan tentu saja kita sendiri. Karena curanmor sekarang dilakukan dalam satu kelompok yang sangat pintar. Tentusaja kita tidak boleh kalah pintar dong...

Pagi pergi menunggangi motor kesayangan, eh pulang hanya membawa helm sembari berjalan kaki. Wah, tentu sebuah bayangan suram jika tunggangan digondol si panjang tangan alias maling. Siapa pun tidak ingin mengalami kejadian seperti itu, bukan?


Seperti hal yang diderita Reza, pemilik Satria FU 2007, sudah benar-benar merasa aman parkir di dalam pekarangan rumah yang dipagar, eh motor yang sudah diport polishing itu pun raib digondol maling. “Padahal, ada motor lain di bagian lebih dekat pagarnya,” ujar lelaki berambut gondrong itu.

Tentu hal ini pun membuat orang jadi berpikir, perlu ada cara yang bisa mencegah maling ketiban rejeki tak halal itu. Banyak cara dilakukan, termasuk dengan memilih menggunakan alarm bikinan Lukas ini. Dipatok harga cukup murah, hanya ditebus Rp 60 ribu.

berikut ini adalah cara agar maling motor kapok memegan motor anda: Cekidottt.....


Meski murah, tak berarti alarm ini ‘kacangan’, sebab sistemnya sudah cukup terintegrasi dengan komponen standar di motor. Malah aktivasinya menggunakan sistem tombol sentuh saja. Canggih bukan?


Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Gbr 5
Alarm ini terbagi dalam beberapa komponen. Yaitu modul, berupa kotak dengan beberapa kabel yang nanti dihubungkan ke bagian kelistrikan, lantas tombol sentuhnya (gbr.1). Tombol ini ditempatkan sesuai keinginan, bisa saja di bawah panel lampu di setang, misalnya.

Tempat lain pun bisa saja, asal mudah dijamah dan lokasinya hanya diketahui oleh pemilik.
Sekarang bagaimana sih cara kerjanya? Modul ini merupakan otak dari alarm ini, ketika pertama kali motor dinyalakan dengan memutar kunci kontak, lalu modul akan menunggu beberapa detik agar tombol sentuh diaktifkan.

Jika tidak, maka alarm akan terus aktif dengan mencegah mesin dinyalakan dengan memutus arus dari kunci kontak dan sistem kelistrikan motor. Begitu pun ketika dimatikan, saat kunci kontak pada posisi off, maka otomatis alarm akan aktif.

Memasangnya, pastikan le­tak modul di tempat yang aman. Kemudian, sambungkan kabel-kabelnya. Ada empat kabel, kabel merah, hitam, putih, hijau.

Sambungkan kabel hijau pada ground alias bodi motor (gbr.2). Kemudian, kabel hitam dihubungkan pada positif di kunci kontak (gbr.3). Ada dua kabel pada soket ini. Jika diuji menggunakan test pen, pilih kabel yang lampu test pen akan mati saat kunci kontak pada posisi Off.

Lainnya kabel berwarna merah, dihubungkan pada positif aki (gbr.4), sementara kabel putih, disambukan pada koil (gbr.5). Nah, agar posisi modul aman, letakkan juga pada tempat yang aman dari guncangan, misal diikat pada frame tengah, jika pada motor bebek, atau di balik tangki pada tipe sport.

Cukup mudah dan murah, tunggangan pun lebih aman.

Cara cerdas memilih Roller yang bagus dan bagaimana perawatanya

Anda Pengendara motor matic? Taukah anda tentang roller?
berikut ini adalah penjelasan bagaimana memilih dan merawat roller pada motor matic anda...
jadi agak ngirit sob... Jadi jarang berkunjung ke bengkel sebelah...hehhe ;)...

Fungsi roller pada motor matic adalah untuk memberikan tekanan keluar pada variator hingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan sebuah perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive sehingga motor dapat bergerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh Roller, baik itu bentuk maupun bahan roller, dan yang terpenting adalah berat dari roller.Bentuk roller yang baik harus lah berbentuk bundar, bentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari variator, bila bentuknya sudah tidak bundar, maka sudah waktunya Anda mengganti Roller motor matic Anda. Bahan yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan tahan panas.

Meningkatkan Aselerasi dan Top Speed

Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Aselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam meng-”utak-atik” roller, Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan…: “Aselerasi” atau “Top Speed”.

Bila kita sering melakukan perjalanan di dalam kota, melewati kemacetan, kondisi yang “stop and go”, dan jarak yang tidak terlalu jauh, pilihan Anda sebaiknya adalah Aselerasi. Aselerasi akan lebih baik bila Roller memiliki berat lebih ringan. Misalnya, bila berat standard dari roller yang dipergunakan adalah 13 Gram, Anda akan mendapatkan sensasi aselerasi ini dengan menggunakan roller 12 Gram.

Namun bila Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan jarak yang cukup jauh atau bahkan touring dengan rekan – rekan Anda. Pilihan Top Speed lebih cocok dipergunakan. Sama dengan contoh kasus diatas, Top speed yang lebih baik akan Anda peroleh dengan mengganti Roller dengan yang lebih berat dari berat standard, misalnya 14 Gram.
Membersihkan Roller

Membersihkan Roller secara berkala juga diperlukan, dengan menggunakan bensin dan kuas, Anda dapat menghilangkan debu-debu dan kotoran yang menempel. Untuk beberapa jenis motor matic yang memerlukan pelumasan (grease) pada roller, memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih sering dari pada yang tidak menggunakan pelumasan.
Aselerasi dan Topspeed Bersamaan

Saat ini, saya menggunakan Roller yang terbilang tidak biasa, roller yang tidak bundar. Roller yang saya pergunakan sekarang adalah produksi dari Dr. Pulley dari Taiwan, yang disebut dengan Sliding Roller. Dengan mempergunakan berat kombinasi 12 dan 13 gram, tarikan terasa lebih merata pada tarikan awal, aselerasi, maupun pada putaran tinggi. Aselerasi dan Deselerasi juga cukup mengagumkan…

Roller ini terbilang cukup unik, harganya pun bisa sampai 12 kali dari roller biasa. Bahan yang dipergunakan terbilang lebih awet, menurut pembuatnya ia menyebut bahan teflon ini dengan sebutan SL-9. Setelah satu tahun lebih, dan berjalan sejauh 25.000 Kilometer, kondisi Roller tersebut masih cukup bagus. Kemungkinan masih bisa dipergunakan hingga 2 tahun kedepan.

Roller Dr. Pulley ini tersedia untuk berbagai merk scooter matic yang beredar di Eropa dan Taiwan seperti Yamaha Majesty (125 dan 250), Honda, Kymco, Suzuki Skywave 250, Piaggio, GY6 Based Scooter (Kymco, SYM), Gillera, Aprilia, Malaguti, Peugeot.

Untuk beberapa Tipe Scooter Matic yang berada di Indonesia dapat juga di terapkan: Honda Vario, Suzuki Spin 125, dan Kymco semua jenis matic (Trend 125, Trend SR 125, Easy/Easy JR 100, Free LX 110, Free EX/ECX/MX 100, Dink 150, Grand Dink 250, dan Xciting 500).

Ide Konstruksi, Bahan, dan Bentuk dari Sliding Roller Dr. Pulley ini telah dipatenkan oleh penemunya, dan telah beredar ke negara-negara eropa dan Amerika.

Hasil Test Performa:

Bagaimana merawat busi agar awet

busiWalau bentuknya kecil, peran busi pada mesin sepeda motor sangat fital. Gimana enggak! Kalau si imut ini bermasalah, mesin motor mati total karena gak ada api yang membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar.

Nah masalahnya, kemungkinan busi bermasalah ini dipicu dua hal; usia pakai dan perlakuannya. “Artinya, walau si busi gak diutak-atik, namun tetap ada kemungkinan busi cepat mati jika salah perlakuan,” urai Ari Widianto dari bengkel GMotor.


Gbr 1

Gbr 2

Lebih lanjut Ari mengatakan, parahnya banyak pemilik kendaraan yang masih salah memperlakukan busi, padahal itu hal yang basic. Maklum, karena sifatnya yang mudah dan minim perawatan, jadi busi kerap diberlakukan sembarangan,” lanjutnya.

Paling utama ada di bagian center elektroda (gbr.1). Dalam proses membersihkan busi, bagian atas center elektroda kerap diampelas. Itu salah! Sebab, bagian itu diciptakan flat. Kalau diampelas, permukaannya jadi gak rata sehingga percikan api jadi menyebar,” wantinya.

Lebih lanjut pria ramah itu bilang, kalaupun ingin diampelas yaitu bagian bawah ground electrode (gbr.2) yang menghadap langsung ke center elektroda. “Usahakan ampelas pakai ukuran yang agak halus atau maksimal ukuran 500,” sambungnya.

Untuk bagian yang sulit terjangkau seperti nose insulator (gbr.3), cukup bersihkan pakai sikat kawat. Jangan cuci busi pakai bensin atau minyak tanah. “Hasilnya memang lebih bersih, namun kalau dilakukan berulang-ulang, malah memperpendek umur busi,” sahutnya lagi.


Gbr 3

Gbr 4

Oh iya ada satu hal lagi yang paling medasar tapi kerap diabaikan, yakni melepas dan memasang busi saat keadaan mesin masih panas. Risiko sleg pada drat busi sangat besar. Makanya, tunggu sampai mesin agak dingin jika mau melakukan aktivitas seputar busi. Gitu juga cop busi, lo!

Sebab di bagian cop busi terdapat peranti dari karet (gbr.4). “Kalau dibuka saat suhu mesin masih panas, karet itu mudah rusak atau sobek,” urai mekanik yang buka praktik di daerah Rempoa, Jaksel ini.


Gbr 5

Nah kalau mau awet, Ari memberikan pakem dasar masalah busi ini. Pastinya, pilih busi sesuai kode yang ditetapkan pabrikan. Misal panjang drat busi (gbr.5) atau pemilihan busi dingin atau panas.

Selain itu atur kerenggangan celah busi dengan akurat. Angka yang dianjurkan, 0,8-1,2 mm. Jangan sembarangan mengatur celah busi pakai perasaan. Melenceng 0,1 mm saja performa busi bisa gak maksimal dan efek dominonya mesin jadi boros BBM.

Terakhir, ini efek gak langsung yang bisa bikin busi rusak, yakni pemilihan angka oktan. Oktan yang gak sesuai dapat menyebabkan mesin overheat. Kalau dibiarkan, kepala busi bisa meleleh,” tutup Ari.